Iringa to ... well, IRINGA!
The hanging tree and racing on the Cape Town-Nairobi highway
Faculty at WSU College of Education Weigh in on WA Governor's Proposal
Here are some of the comments I’ve received from my best source of information, the College of Education faculty:
Darcy Miller: It is a long overdue change. Folks involved with education from preschool to graduate school need to work together. As it is, their efforts are fragmented and disjointed. One group requires one thing, and another group mandates something else. While the Office of the Superintendent of Public Instruction (OSPI) sees its job as working only with K-12 schools, we in college teacher education programs must work with OSPI. It is involved with our accreditation, impacts the quality of our programs, and influences many aspects of teacher education. We need that office to view colleges of education as partners in preparing teachers.
Chad Lochmiller: There are two elements in the proposal that could, if implemented and funded, result in serious reforms. First, the governor’s idea of consolidation is good, except that she’s consolidating the wrong elements of the system. It makes more sense to consolidate the Department of Early Learning, OSPI, and the State Board for Community & Technical Colleges into one seamless system while leaving the university system independent. This would mean that the state is responsible for early learning through an associate’s degree. My belief is that we need to think in terms of a P-14 public education system. Every child should graduate with the skills and knowledge that comes with an associate’s degree and have access to the job market that the associate’s degree creates. Second, I like the creation of launch year for high school seniors — a concept that could work if OSPI and SBCTC were consolidated. Allowing students to begin exploring their professional interests in high school makes sense. We’re making a big mistake to route every child onto a college/university path. For some kids, that’s not what they want to do.
Leslie Hall: A new Department of Education is a great idea for several reasons. First, the state’s biggest expense after personnel is education. As the executive officer of the state, the governor needs to know what is going on in all areas of education. In addition, the current bureaucracy does not make it easy for K-12 educators, OSPI, or higher ed and their multiple committees to talk about the common goal of educating students. My hope is that a Secretary of Education would facilitate conversations so that efforts would not be duplicated and a common vision for P-20+ students would inform all who work in Washington’s education arenas.
Janet Frost: In my experiences related to the Riverpoint Advanced Mathematics Project, I strongly agree that the educational system is fractured. For example, although a uniform college mathematics placement test was developed for use by all institutions of higher education, it is not being enacted because of those very divisions. Likewise, education funding is often split up in a way that limits projects like ours. For example, we cannot be funded to provide professional development for college math faculty, only for high school math teachers, thereby losing an opportunity to strengthen teaching at both levels so that students can make the transition successfully.
Gene Sharatt: There is no question that overlapping and conflicting commissions, committees and boards of directors often impede improvements in educational attainment for our students. However, it is unclear how one secretary of education would streamline the efficiencies of these organizations, because it would be essential for the new secretary to form advisory committees for sound counsel. More importantly, maintaining public accountability is critical and the highest form of public accountability is the general election. Maintaining independent bodies to ensure checks and balances is preferable to appointed leadership under one party.
Wazungu, pikipiki and Tanzania's greener pastures
A state-subsidised bed in the heart of Zambia
All roads lead out of Lusaka...
Sliding in mud and rain all the way to Lusaka...
Monitor Penggunaan Bandwidth Internet dengan NetMeter
Software semacam ini tidak hanya diperlukan oleh pengguna internet dengan perhitungan berdasarkan quota, tetapi kita kadang juga ingin tahu berapa kecepatan internet saat kita gunakan. Hal semacam ini pun bisa kita dapatkan di NetMeter. Beberapa software monitoring sebenarnya sudah saya coba, tetapi sampai akhirnya saya memilih NetMeter, karena selain ringan, terdapat fitur-fitur yang menarik.
Beberapa Fitur NetMeter :
Monitor penggunaan bandwidth internet secara real timeMenampilkan informasi dalam bentuk grafik dan atau textInformasi tampil di tampilan window paling atas dan ukurannya dapat diatur dengan mudah (resize)
Program yang kecil sehingga tidak memberatkan komputerBisa mengatur tampilan, font dan warna NetMeterMenyimpan statistik informasi penggunaan internet harian, mingguan, bulanan dan totalBisa diatur agar memberikan peringatan jika bandwidth harian, mingguan atau bulanan melebihi quota tertentu
Penggunaan NetMeter sangat mudah, hampir tidak perlu konfigurasi, tinggal install dan jalankan. Tampilan statistik bisa disesuaikan (resize), apakah akan menampikan grafik atau hanya text saja. Jika warna tidak sesuai, klik kanan IconTray dan pilih Options. Banyak hal yang bisa diatur melalui Options ini, termasuk pesan notifikasi, tampilan bytes dalam KiloBytes (KB) atau KiB (KibiBytes), 1 KB = 1024 bytes dan 1 KiB = 1000 bytes.
Jika kita ingin tahu Statistik penggunaan bandwidth internet sampai saat ini, harian, mingguan atau bulanan, tinggal klik kanan NetMeter dan pilih Total. Statistik Informasi harian ini juga bisa di simpan (export) melalui tombol Export.
Kelebihan lain selain gratis, juga tersedia source kode-nya, sehingga bagi anda programmer (Delphi), bisa mengembangkan sendiri software ini (program ini dibuat dengan Turbo Delphi Explorer 2006, yang dulu pernah di distribuskan secara gratis). Software yang hanya berukuran sekitar 590 KB ini dapat berjalan di semua platform Windows, dan dapat didownload dari halaman Download NetMeter, termasuk source kodenya. Alternatif download juga bisa didapatkan di Softpedia.
Hidden File Tool 2.0 telah di rilis
Pernahkah kita mengalami “kehilangan” data di flashdisk atau komputer karena ulah virus? atau tiba-tiba banyak file-file penting atau dokumen yang tiba-tiba “hilang”. Kadang data-data ini tidak sepenuhnya hilang, biasanya hanya di sembunyikan (hidden) sehingga kita tidak bisa melihatnya. Dulu saya pernah membuat software gratis Hidden File Tool untuk mencari file-file tersembunyi.
Setelah 2 tahun lebih tidak ada perkembangan, alhamdulillah akhirnya saya bisa memperbaiki software ini, dan kini telah hadir/rilis Hidden File Tool 2.0. Seperti software saya yang lain, saya tetap berusaha membuat program ini berukuran kecil (sekitar 40KB) dan hanya single file saja sehingga tidak perlu installasi (Portable).
HFT Versi 2.0 ini banyak mengalami perbaikan dan penambahan fitur dari versi sebelumnya, termasuk kemampuan menampilkan folder, tidak hanya file saja seperti versi 1.0. Apa saja fitur-fitur HFT 2.0 selengkapnya ? Berikut fitur sekaligus tambahan di versi 2.0 ini :
Mencari file dan folder tersembunyi (atribut Hidden) termasuk juga atribut : System, Archive, Read OnlyPencarian yang sangat cepat, mulai versi 2.0 dengan threading, sehingga proses pencarian tidak terganggu dan terhenti.Mencari file-file dengan ekstensi tertentu dan menyertakan pilihan tipe file-file yang banyak diakses atau mungkin berbahaya.Mengubah dan mengeset atribut file : Hidden, System, Read Only dan Archive Menghapus file dari daftar yang ditampilkanMenampilkan dalam warna yang berbeda untuk file-file tertentu (folder dalam warna latar kuning)
Dibanding versi terdahulu, HFT 2.0 mengalami beberapa perbaikan penting, seperti kemampuan untuk menampilkan hidden folder yang tentu ini sangat penting. Karena biasanya data-data yang disembunyikan virus termasuk foldernya.
Mungkin sebagian kita masih belum begitu paham apa manfaat nyata dengan menggunakan software ini. Berikut saya berikan contoh beberapa kejadian dan dengan software ini bisa membantu :
Mengembalikan file atau folder yang sebelumnya sempat “hilang” karena virus (hilang dalam arti disembunyikan).Biasanya virus akan mengganti file atau data penting di flashdisk dengan virus dan menyembunyikan file atau folder aslinya. Jika kapasitas flashdisk tinggal sedikit tetapi tidak terlihat adanya data atau banyak data yang tiba-tiba hilang, kita bisa mencoba menggunakan HFT untuk menampilkan file-file yang tersembunyi (pilih atribut Hidden ketika mencari). Setelah ditemukan kita bisa menampilkannya kembali dengan memilih file/folder yang tampil di daftar hasil pencarian, kemudian pada bagian Set Attribute hilangkan semua tanda check dan klik APPLY. Keterangan berhasil atau tidaknya akan ditampilkan di kolom keteranganDengan teknik mirip seperti diatas, kita bisa mengeset agar file atau folder menjadi tersembunyi, caranya pilih file/folder dari daftar/hasil pencarian dan dari menu Set Attribute pilih Hidden ( bisa memilih juga System serta Read only), kemudian klik APPLYJika kita ingin mencari file-file dengan ekstensi tertentu saja, pada bagian Filter isikan ekstensi file. Jika lebih dari satu pisahkan dengan tanda titik koma (;), misalnya : *.txt;*.rtf;*.doc.
Untuk mengenal tentang Atribut File ini, silahkan membaca artikel saya terdahulu : Mengenal Attribute file atau folder, download Hidden file tool, yang menjelaskan secara singkat tentang atribut Hidden, System, Read Only dan Archive.
Meskipun penggunaannya relatif mudah, untuk melengkapi beberapa tips menggunakan Hidden File Tool :
Gunakan tombol Shift + klik atau Shift+ panah atas/bawah untuk memilih lebih dari satu file/folder dari daftar pencarian.Bisa juga memilih beberapa file yang tidak urut dengan Ctrl + Klik.Kita bisa mengurutkan daftar pencarian dengan klik pada header atau judul kolomJika menggunakan Windows 7 atau Vista dan ingin mengubah atribut file, jalankan HFT dengan klik kanan dan pilih Run as administratorDownload : Hidden File Tool 2.0 ( 36 KB). Link download lain silahkan melihat halaman Hidden File Tool
Diagnosa Windows dan Detail Report dengan LookInMyPC
Sebelumnya saya sudah pernah menulis tentang cara mengetahui spesifikasi komputer kita dengan Speccy. Dengan LookInMyPC, kita juga mendapatkan informasi detail apa yang ada di komputer kita. Bedanya, software ini membuat profile atau laporan lengkap dalam bentuk html, yang selanjutnya bisa dikirimkan via email untuk dilakukan pemeriksaan atau untuk arsip kita. Selain itu ada fitur untuk membandingkan hasil report yang sudah dibuat sebelumnya untuk mengetahui perubahan yang telah terjadi.
Laporan yang dihasilkan cukup lengkap, mencakup Hardware dan software, serta diagnosa sistem seperti aplikasi yang sedang berjalan, service yang di install, startup program (program yang berjalan dengan windows), windows update, koneksi jaringan yang aktif, event log dan berbagai informasi detail lainnya. Masing-masing kategori bisa kita pilih (disertakan) atau tidak.
Berikut contoh hasil laporan dengan LookinMyPC
Penggunaan sofware ini cukup mudah, selain bersifat Portable kita tinggal membuka aplikasi, pilih apa yang akan dibuat laporannya dan klik Generate Report. Tunggu beberapa saat, maka akan ditampilkan spesifikasi dan diagnosa detail komputer kita. Setiap proses pembuatan alporan akan tersimpan dan selanjutnya kita bisa membandingkan laporan-laporan yang sudah jadi.
Software ini gratis dan tersedia versi installer (sekitar 3MB) dan juga Portable (1.8 MB). Jika kita ingin langsung menjalankan tanpa perlu install atau ingin menggunakannya di Flashdisk, pilih saja versi Portable. LookInMyPC dapat digunakan untuk Windows 2k, 2003, XP, Vista, 2008 dan Windows 7. Untuk mendapatkannya silahkan download dari halaman Download LookinMyPC